Fathol Haliq, Fathol (2017) Agama Anak Abnormal. IAIN Madura, Pamekasan.
![]() |
Text
Agama Anak Abnormal.pdf Download (1MB) |
Abstract
AGAMA terinternalisasi, meminjam istilah Kelly, merupakan konstruk personal (personal-construct) (Lewrence P Pervin, 2003: 402-403) atas apa yang diperoleh dari internalisasi, transfer knowledge, keterampilan, kemampuan yang dipengaruhi oleh diri individu. Pada anak abnormal kemampuannya terbatas bukan karena proses yang tidak diperoleh secara personal pun berbagai masalah psikologis dan sosiologis. Riset ini ingin menjawab bagaimana internalisasi nilai-nilai, dogma-dogma atau ajaran- ajaran keagamaan pada diri anak abnormal, bagaimana anak abnormal memahami dan melakukan nilai, dogma dan ajaran keagamaan? Secara khusus penelitian ini akan mengkaji lebih mendalam, yaitu (1) bagaimana internalisasi nilai, dogma, ajaran keagamaan pada diri anak abnormal? Bagaimana mereka (anak abnormal) memahami dengan melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya? (2) Bagaimana internalisasi tersebut terjadi di lingkungan sekolah atau keluarga? Bagaimana guru, orang tua, saudara, dan teman memperlakukan (treatment) terhadap anak abnormal? (3) Bagaimana agama (nilai, dogma, dan ajaran) membentuk perilaku pada anak-anak abnormal tersebut? Riset ini didasarkan pada deskriptif-analisis, dengan pendekatankualitatif.Penelititidaksecaralangsungtinggalbersama (live-in) dengan subyek, dengan menceritakan pengalaman, apa yang disaksikan dan dirasakan dari orang-orang yang berada di dekat subyek, anak-anak abnormal. Orang tua, saudara maupun teman-temannya menjadi instrument lain untuk “memotret apa yang dilakukan dan bagaimana reaksi dalam lingkungan dekat” dengan anak-anak abnormal. Peneliti melakukan beberapa klasifikasi, kategorisasi, verifikasi, trianggulasi dengan berbagai data yang sudah diperoleh dalam satu bulan, yaitu September 2017. Beberapa kali peneliti mengunjungi sekolah, rumah dan tempat bermain untuk melakukan beberapa proses tersebut dengan tujuan lainnya melakukan crosscheck data atas apa yang diperoleh dari lingkungan dekat anak-anak abnormal. Riset ini menghasilkan temuan bahwa (1) internalisasi nilai, dogma, ajaran keagamaan pada diri anak abnormal terjadi dalam proses-proses yang terstruktur seperti Sekolah Luar Biasa (SLB) dan ada yang tidak terstruktur seperti keluarga bersama teman dan saudara-saudara di lingkungan rumah. Misalnya Keluarga Fasih, Keluarga Melisa dan Keluarga Fajar serta Keluarga Malik. Proses pemahaman anak abnormal dengan melihat apa yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekelilingnya. Misalnya yang terjadi pada Keluarga Malik; (2) internalisasi nilai terjadi dalam lingkungan sekolah dan sekolah disesuaikan dengan situasi dan kondisi keluarga. Misalnya pada kasus 4 Keluarga Malik terjadi pada keluarga anak miskin sehingga seringkali penelitian ini menemukan adanya ketidakmampuan keluarga dalam ekonomi sehingga mereka lebih membiarkan anak-anaknya; (3) agama yang dipahami oleh anak abnormal memiliki ciri khas yang menarik dalam membentuk dan merubah perilaku pada anak-anak abnormal tersebut. Anak abnormal memiliki kemampuan, pengetahuan serta perilakunya sendiri. Ketidakpedulian, ketidaktahuan serta ketidakmampuan pada anak akan memberikan nilai yang berbeda dalam memahami agama anak abnormal.
Item Type: | Book |
---|---|
Subjects: | B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology |
Depositing User: | Dr. Fathol Haliq |
Date Deposited: | 27 Aug 2025 03:20 |
Last Modified: | 27 Aug 2025 03:20 |
URI: | http://repository.iainmadura.ac.id/id/eprint/1351 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |