LAPORAN PENELITIAN RISET LEADER DUNIA LORA TAPAL KUDA Studi Fenomenologi Dunia Lora dalam Dinamika Sosial Keagamaan Pesantren di Wilayah Tapal Kuda

Hasan, M. Ag, dkk, DR. Nor (2022) LAPORAN PENELITIAN RISET LEADER DUNIA LORA TAPAL KUDA Studi Fenomenologi Dunia Lora dalam Dinamika Sosial Keagamaan Pesantren di Wilayah Tapal Kuda. Project Report. IAIN Madura Press, Pamekasan.

[img] Text
COMBINE LAPORAN LENGKAP RL.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata kunci: Dunia lora, Tapal Kuda, Dinamika Sosial Keagamaan. Lora atau sebutan kiai muda merupakan bagian tak terpisahkan dari dunia pesantren. Dunia lora menjadi unik dikaji dan diteliti secara mendalam, dengan dunianya yang cenderung dinamis tersebut, Lora sebagai pemegang estafet kepemimpinan pesantren dapat menghadirkan realitas paradoks, mempertahankan dan memperkuat kultur sosial keagamaan pesantren warisan terdahulu atau, sebaliknya, menghadirkan pemikiran-pemikiran baru yang kemudian menggeser dan mengubah paradigma pesantren dalam banyak aspek, khususnya di aspek sosial keagamaannya. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mendeksplor posisi dan fungsi lora di dunia pesantren, dengan prokresif pemikiran yang dimiliki lora sanggup membawa pesantren yang lebih inklusif terhadap perkembangan zaman. Penelitian dengan pendekatan kualitatif jenis fenomenologi ini bertujuan menkeksplor dunia lora dengan segenap posisi dan fungsinya dalam dinamika kehidupan social keagamaan pesantren. Fokus kajian dalam penelitian ini adalah: pertama, Refleksi Kedirian dan Otokritik Lora. Kedua, Minat, Concern dan Peran Lora Tapal Kuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Hingga hari ini, belum ada definisi serta batas minimal atau maksimal usia lora yang bisa dijadikan pembeda dengan sebutan-sebutan yang sejenis, semisal kiai, gus, mas, dan yang semacanya. Lora merupakan sebutan atau panggilan yang biasanya disematkan pada kader penerus pesantren yang memiliki hubungan genetik dengan pengasuh dan atau pendiri pesantren. Secara umum lora memiliki mimpi besar untuk kemajuan pesantren. Refleksi kedirian lora tampak dari berbagai autokritik terhadap golongan atau komunitasnya sendiri. Otokritik tersebut berkisar dari skala prioritas yang diambil para lora maupun kapasitasnya dibanding para pendahulu. Auto kritik mereka berangkat dari fenomena yang dihadapinya. Kedua, Minat, Concern dan Peran Lora Tapal Kuda. Perbedaan latar belakang, pendidikan, komunitas, maupun lingkungan yang ikut ‘membesarkan’ para lora menentukan beragamnya minat, concern dan peran masing-masing. (a). Bidang Pendidikan, terdapat perbedaan pandangan terhadap dunia Pendidikan, mulai dari sikap terbuka, tertutup dan semi terbuka. (b) bidang ekonomi, bagaimana tercapainya kemandirian ekonomi pesantren yang juga menyumbangkan pada pemberdayaan ekonomi umat, dengan melalui berbadai pendekatan. (c) bidang Sosial keagamaan, ajeg-nya kehidupan sosial dengan seluruh persoalan social yang muncul menjadi concern lora. Mereka menggunakan berbagai pendekatan untuk mengatasi persoalan tersebut, mulai dari menggerakkan pembacan selawat, merangkul dengan duduk bersama masyarakat terutama kalangan pemuda, membentuk forum dan komunitas, aktif dalam kegiatan social keagamaan dalam bingkai koloman. (d) bidang politik, Secara umum, tidak ada pesantren yang antipati dengan politik, termasuk Pesantren yang Salaf sekalipun, hanya saja paa lora cenderung variative, ada yang terlibat langsung dalam dunia politik praktis dengan alasan sebagai media untuk masuk dalam pembuat kebijakan yang akan berdampak bagi umat Islam (pesantren), ada yang bersikap nitral terhadap politik praktis, terdapat pula lora yang memberikan wilyah improvisasi bagi alumni untuk terjun kedunia politik, sementara pesantren hanya concern pada penataan politik. (e) pelestarian lingkungan hidup, dibuktikan dengan Tindakan nyata meliputi: Pertama, menyediakan tempat sampah organik dan nonorganik di lingkungan pesantren. Kedua, Bekerjasama dengan Social Forestry dalam rangka mendapatkan lahan untuk pengelolaan sampah pesantren. Ketiga, mengelola sampah organik. Keempat, memberdayakan bank sampah di mana masyarakat bisa memanfaatkan sampah-sampah santri untuk didaur ulang. Kelima, bekerjasama dengan Perhutani untuk menanam pohon bersama masyarakat dan santri. Keenam, mengajak santri untuk senang berkebun dan menggalakkan program penghijauan. Ketujuh, menggerakkan penanaman pohon mangruf bersama masyarakat, bagi pesantren yang dekat pesisir. (f) bidang seni dan budaya, sebagaimana lora Faisi dan lora Turmudi Jaka, mencoba mengarusutamakan musik dan seni budaya sebagai media dakwah dan komunikasi dengan masyarakat dari berbagai lapisan

Item Type: Monograph (Project Report)
Subjects: A General Works > AI Indexes (General)
A General Works > AS Academies and learned societies (General)
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology > BV1460 Religious Education
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Tarbiyah > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Administrator Khazanah
Date Deposited: 10 Apr 2023 05:41
Last Modified: 10 Apr 2023 05:41
URI: http://repository.iainmadura.ac.id/id/eprint/744

Actions (login required)

View Item View Item